Berita  

Lombok Barat Percepat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Desa

Polres Lobar Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional di Desa

LABUAPI – Menjelang penghujung bulan April 2026, semangat kemandirian pangan terus bergelora hingga ke tingkat pedesaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program strategis nasional, Bhabinkamtibmas Desa Terong Tawah melaksanakan kegiatan sambang kewilayahan guna memantau secara langsung progres pemanfaatan lahan produktif oleh masyarakat setempat pada Rabu (29/4/2024).

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawalan terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan Ketahanan Pangan Nasional. Aparat kepolisian hadir di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menjaga keamanan, melainkan juga bertindak sebagai stimulan bagi warga dalam menciptakan lumbung pangan mandiri di lingkungan keluarga.

Optimalisasi Lahan Tidur Menjadi Area Produktif

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, warga Desa Terong Tawah kini mulai menunjukkan perubahan pola pikir dalam memanfaatkan lingkungan sekitar. Lahan-lahan yang sebelumnya dibiarkan kosong atau menjadi lahan tidur, kini disulap menjadi area hijau yang penuh dengan tanaman produktif. Fokus utama yang menjadi perhatian dalam giat sambang kali ini adalah budidaya tanaman jagung yang mulai menjamur di pekarangan rumah warga.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga. Ia menegaskan bahwa transformasi lahan sempit menjadi lahan produktif adalah kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Kami melihat adanya kesadaran kolektif dari warga Desa Terong Tawah untuk bergerak bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, kita mendorong agar setiap jengkal tanah di pekarangan rumah dapat memberikan manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi keluarga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Jagung Sebagai Komoditas Strategis Ekonomi Rumah Tangga

Pemilihan komoditas jagung oleh warga Desa Terong Tawah dinilai sangat tepat. Selain perawatannya yang relatif mudah di lahan terbatas, jagung memiliki ketahanan yang kuat terhadap kondisi cuaca dan nilai ekonomis yang stabil. Dengan adanya tanaman pangan di depan rumah, ketergantungan warga terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar dapat diminimalisir secara signifikan.

Dalam dialognya bersama warga, Bhabinkamtibmas Desa Terong Tawah memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga konsistensi dalam perawatan tanaman. Edukasi ini mencakup cara pemupukan yang efektif hingga antisipasi hama, agar hasil panen nantinya dapat maksimal dan memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi rumah tangga.

Menjaga Kondusivitas Kamtibmas di Sektor Pertanian

Selain memantau perkembangan sektor pertanian mikro, kehadiran Polri di desa juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Keamanan yang terjamin merupakan syarat mutlak agar produktivitas warga dalam mengelola lahan tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal yang merugikan.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menekankan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat lokal merupakan fondasi utama keberhasilan program pemerintah ini. Menurutnya, Bhabinkamtibmas akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan program ini berkelanjutan dan tidak hanya menjadi gerakan sesaat.

“Peran Polri di sini adalah sebagai motivator sekaligus penggerak. Kami ingin warga merasa didampingi sehingga semangat untuk bertani di lahan sendiri tetap terjaga hingga masa panen tiba. Jika ketahanan pangan di tingkat keluarga sudah kuat, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan ikut kokoh,” tambahnya.

Menuju Kedaulatan Pangan dari Tingkat Desa

Giat kunjungan yang berlangsung aman dan tertib ini diharapkan menjadi pilot project atau percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Labuapi maupun Kabupaten Lombok Barat secara luas. Keberhasilan Desa Terong Tawah dalam merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk berinovasi.

Kedaulatan pangan bangsa memang diawali dari langkah-langkah kecil di tingkat desa. Dengan pemanfaatan pekarangan yang optimal, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergitas yang harmonis antara warga, pemerintah desa, dan Kepolisian Sektor Labuapi menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri secara pangan di tahun 2026 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *