Kapolsek Sanggar IPTU Zuhdar mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah perundungan atau bullying serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan salat Jumat Keliling di Masjid Al-Munawar, Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Quick Wins Jumat Keliling yang bertujuan mendekatkan kepolisian dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Keliling menjadi sarana untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Kami mengajak masyarakat untuk menanamkan sikap saling menghargai, melindungi anak-anak, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui tindakan yang mengarah pada kekerasan,” demikian pesan Kapolres Bima melalui Kasi Humas.
Dalam penyampaian pesan kamtibmas seusai salat Jumat, Iptu Zuhdar menjelaskan bahwa perundungan dapat terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, tempat tinggal, lembaga pendidikan berasrama, pondok pesantren, tempat wisata, hingga tempat kerja.
Bentuknya pun beragam, seperti ejekan, penghinaan terhadap kondisi fisik atau keluarga, pengucilan, pemalakan, pemukulan, hingga penyebaran aib seseorang melalui media sosial maupun grup percakapan. Perilaku tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kondisi psikologis korban dan berpotensi berkembang menjadi tindakan kekerasan yang lebih serius.
Kapolsek juga mengingatkan jamaah tentang ajaran Islam dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang umat merendahkan dan mengolok-olok orang lain. Pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kehormatan sesama serta membangun hubungan sosial yang dilandasi rasa hormat dan persaudaraan.
Dalam materi penyuluhan yang disampaikan, turut disebutkan data Polda NTB mengenai 262 kasus kekerasan fisik dan verbal, dengan 45 persen di antaranya disebut berawal dari perundungan. Data tersebut menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan sejak dini.
Iptu Zuhdar mengajak masyarakat agar tidak bersikap diam ketika mengetahui adanya perundungan. Warga diharapkan dapat membantu korban, memberikan teguran secara tepat, serta melaporkan kejadian kepada pihak berwenang apabila mengarah pada tindakan kekerasan.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau layanan Call Center Polri 110. Setiap laporan dapat menjadi informasi awal bagi kepolisian untuk melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kapolsek Sanggar juga menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar dalam menciptakan suasana yang aman dan ramah anak. Pencegahan perundungan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan bersama agar anak-anak terlindungi dari perilaku kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, Kapolsek Sanggar menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 secara simbolis kepada panitia pembangunan Masjid Al-Munawar, Desa Kore. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah yang masih membutuhkan dukungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kanit Intelkam AIPDA Jumadil Akhir, Bhabinkamtibmas Desa Kore AIPDA Ahmad Rifai, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dan ditutup dengan foto bersama.






