Kodim 1606 Mataram Tanamkan Bela Negara kepada Mahasiswa

Lombok Utara, NTB – Menjadi generasi muda yang mencintai Indonesia tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, hingga menggunakan ilmu untuk membantu masyarakat merupakan bagian dari bela negara.

Pesan itulah yang dibawa Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram saat memberikan pembekalan Pendidikan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan kepada 74 mahasiswa STKIP Hamzar Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula STKIP Hamzar, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram diwakili Komandan Koramil (Danramil) 1606-02/Tanjung Kapten Inf Jendra Jolly Tampemawa. Ia didampingi Dosen STKIP Hamzar Rusman Hadi, S.Kep., M.Pd.

Suasana kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Puluhan mahasiswa berdiri bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan materi wawasan kebangsaan dan Pendidikan Bela Negara.

Bela Negara Bukan Sekadar Angkat Senjata

Di hadapan mahasiswa, Kapten Inf Jendra Jolly Tampemawa menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang dan sikap warga negara yang mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Nilai tersebut berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agent of change atau agen perubahan. Mereka bukan hanya kelompok terdidik, tetapi juga calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa pada masa mendatang.

“Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bagi mahasiswa, bela negara diwujudkan melalui semangat belajar, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, berpikir kritis, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” tegas Kapten Inf Jendra Jolly Tampemawa.

Ia menambahkan, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Ancaman terhadap persatuan tidak selalu berbentuk konflik fisik. Arus informasi, pengaruh negatif teknologi, penyebaran informasi yang tidak benar, serta lunturnya nilai kebangsaan juga perlu diwaspadai.

Karena itu, mahasiswa perlu membangun karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, dan rasa tanggung jawab. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan tidak mudah terbawa arus, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi.

Kampus dan TNI Perkuat Karakter Generasi Muda

Dosen STKIP Hamzar, Rusman Hadi, S.Kep., M.Pd., menyambut positif pembekalan yang diberikan Kodim 1606/Mataram.

Menurutnya, Pendidikan Bela Negara memiliki relevansi kuat dengan dunia pendidikan. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter, nasionalisme, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena Pendidikan Bela Negara memberikan pemahaman yang kuat kepada mahasiswa tentang pentingnya mencintai bangsa dan negara. Kampus memiliki tanggung jawab mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap keutuhan NKRI,” ujar Rusman Hadi.

Ia berharap nilai yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti sebagai materi di dalam aula. Sebaliknya, semangat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, keluarga maupun masyarakat.

Melalui sinergi Kodim 1606/Mataram dan STKIP Hamzar, Pendidikan Bela Negara diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh mereka yang berada di garis depan pertahanan. Masa depan bangsa juga tumbuh dari ruang-ruang kelas, dari mahasiswa yang hari ini belajar, berpikir, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *