Lombok Barat, NTB – Hamparan padi yang mulai menguning di Dusun Penanggak, Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, bukan sekadar pemandangan menjelang panen. Di balik setiap bulir yang mulai berisi, tersimpan harapan petani terhadap hasil kerja keras selama satu musim tanam.
Harapan itu kini mulai dihitung.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Midang Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Sertu Parhan Taufiq, turun langsung ke lahan pertanian milik H. Chairil Mu’al untuk mendampingi kegiatan pengambilan ubinan tanaman padi bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Kelompok Tani (Poktan) Pade Selamet, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan pertanian sekaligus upaya mengetahui perkiraan hasil produksi padi sebelum memasuki masa panen.
Ubinan Menjadi Gambaran Hasil Panen
Di tengah petak sawah, sampel tanaman padi diambil untuk kemudian dihitung sebagai dasar memperkirakan produktivitas lahan. Bagi petani, angka yang dihasilkan dari ubinan menjadi gambaran sejauh mana tanaman yang dirawat selama berbulan-bulan mampu memberikan hasil.
Sertu Parhan Taufiq mengatakan, kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah binaannya.
“Kami akan terus mendampingi para petani, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen. Ubinan ini bukan sekadar menghitung hasil, tetapi menjadi bahan evaluasi agar pada musim tanam berikutnya hasil yang diperoleh bisa semakin baik,”ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan. Lebih dari itu, ketahanan pangan juga berkaitan erat dengan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan petani.
Babinsa Hadir, Petani Merasa Didampingi
Bagi H. Chairil Mu’al, pendampingan Babinsa dan PPL memberikan arti tersendiri. Kehadiran mereka membuat petani mendapatkan tambahan motivasi dalam mengelola lahan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan PPL yang selalu hadir mendampingi kami. Kehadiran mereka memberikan motivasi dan membuat kami merasa tidak berjalan sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Babinsa, PPL dan kelompok tani dapat terus diperkuat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, petani diharapkan mampu mengoptimalkan lahan sekaligus meningkatkan hasil produksi pada musim tanam berikutnya.
Dari Sawah, Ketahanan Pangan Terus Tumbuh
Kegiatan pengambilan ubinan berlangsung lancar. Selain menjadi bagian dari pendataan dan perkiraan produksi, kegiatan tersebut juga mempererat kerja sama antara aparat kewilayahan, penyuluh pertanian dan kelompok tani.
Dari Dusun Penanggak, pesan tentang ketahanan pangan tumbuh sederhana dari hamparan sawah. Setiap tanaman yang dirawat adalah bagian dari perjuangan petani. Setiap bulir yang menguning membawa harapan bagi keluarga mereka.
Dan ketika hasil panen mulai dihitung, yang sebenarnya sedang diukur bukan hanya produktivitas sawah, tetapi juga seberapa besar harapan petani untuk menyambut masa depan yang lebih baik.






