Berita  

Aksi Nyata Polsek Kediri Tekan Stunting, 168 Pekan Salurkan Nutrisi Balita di Lombok Barat

Gerakan Swadaya Personel Polsek Kediri, 168 Pekan Lawan Stunting di Desa Rumak

Kepolisian Sektor (Polsek) Kediri, Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Komitmen ini diwujudkan melalui aksi sosial konsisten bertajuk “Polsek Kediri Peduli Stunting: 1 Personil 1 Butir Telur” yang kini telah memasuki pekan ke-168. Aksi kemanusiaan ini menyasar langsung masyarakat rentan di tingkat desa guna memastikan pemenuhan gizi balita berjalan optimal.

Pada Jumat (17/07/2026) sekitar pukul 08.30 WITA, jajaran personel Polsek Kediri bergerak menuju Posyandu Dusun Rumak Barat Utara, Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Kediri ini bertujuan untuk mendistribusikan bantuan pangan bergizi tinggi kepada keluarga yang memiliki balita terindikasi stunting.

Gerakan Swadaya Berkelanjutan dari Personel Kepolisian

Program inovatif ini merupakan gagasan asli dari Kapolsek Kediri yang kemudian disepakati secara sukarela oleh seluruh anggota. Melalui sistem swadaya yang dilandasi keikhlasan, setiap personel menyisihkan satu butir telur setiap pekannya untuk dikumpulkan dan disalurkan secara kolektif kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolsek Kediri, AKP Iwan Purwanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Menurutnya, pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan anak merupakan hal krusial yang harus diintervensi sejak dini agar tidak berdampak panjang pada kualitas sumber daya manusia di wilayah Lombok Barat.

“Kegiatan Polsek Kediri Peduli Stunting melalui gerakan satu personel satu butir telur ini merupakan gagasan yang kami bangun bersama atas dasar kesepakatan dan keikhlasan seluruh anggota Polsek Kediri. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memberikan dukungan moril dan materiil kepada warga masyarakat guna menekan angka stunting secara signifikan, dengan harapan besar kita bisa bergerak bersama menuju target Zero Stunting di wilayah hukum Polsek Kediri,” ujar AKP Iwan Purwanto saat memberikan konfirmasinya terkait kegiatan tersebut.

Kolaborasi Pemuda Desa dan Kader Posyandu

Langkah konsisten yang ditunjukkan oleh institusi kepolisian ini rupanya memantik simpati dan kepedulian dari elemen masyarakat lainnya. Dalam aksi sosial kali ini, aliansi pemuda-pemudi dari Desa Gelogor turut ambil bagian dengan menyumbangkan satu tray telur tambahan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini.

Seluruh bantuan telur yang telah terkumpul, baik dari personel kepolisian maupun komunitas pemuda, kemudian disatukan untuk didistribusikan langsung kepada orang tua balita yang terdata mengalami stunting. Proses distribusi di lapangan dikawal ketat oleh Kanit Binmas Polsek Kediri bersama para kader Posyandu Dusun Rumak Barat Utara.

Agar bantuan tersebut memberikan dampak yang efektif, para kader posyandu setempat mengarahkan orang tua penerima manfaat mengenai cara pengolahan bahan pangan tersebut. Telur-telur tersebut nantinya akan diolah menjadi berbagai variasi makanan sehat dan kaya nutrisi yang siap dikonsumsi oleh balita, sehingga pemenuhan protein hewani harian anak dapat terpenuhi dengan baik.

Sambutan Positif Warga dan Harapan Menuju Zero Stunting

Kehadiran jajaran Polsek Kediri di tengah-tengah kegiatan posyandu ini disambut dengan antusiasme tinggi dan respon positif oleh para orang tua balita. Bantuan pangan yang diserahkan secara langsung tersebut dirasa sangat membantu meringankan beban pemenuhan nutrisi harian anak-anak mereka di tengah situasi ekonomi saat ini.

Melalui sinergi yang kuat antara kepolisian, perangkat desa, kader kesehatan, dan elemen pemuda, Polsek Kediri optimistis bahwa angka stunting di Kecamatan Kediri dapat ditekan seminimal mungkin. Pendekatan persuasif dan aksi nyata secara berkala seperti ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pihak-pihak lain untuk bersama-sama menyukseskan program pengentasan gangguan pertumbuhan pada anak di Kabupaten Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *