Lombok Barat, Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi prioritas utama Kepolisian Resor Lombok Barat, terutama pada waktu-waktu rawan seperti akhir pekan. Dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif dan menjamin keselamatan pengguna jalan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat kembali menggelar aksi nyata di lapangan. Pada Sabtu malam, 4 April 2026, personel kepolisian menyisir sejumlah titik strategis guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman tanpa gangguan keamanan maupun pelanggaran lalu lintas.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memantau arus kendaraan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada warga. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat akhir pekan sering kali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindakan yang meresahkan, seperti aksi balap liar yang tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang melintas di jalur utama.
Strategi Pengamanan Jalur Strategis Bypass BIL 1
Kegiatan patroli dimulai pada pukul 21.30 WITA, menyasar kawasan vital yang sering menjadi pusat keramaian. Personel dari Unit Turjawali yang bertugas di Pos GMS dan Pos Rumak dikerahkan secara terpadu untuk menyisir sepanjang jalur Bypass BIL 1. Jalur ini dikenal sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan akses penting menuju bandara, sehingga kelancaran arus lalu lintas di lokasi tersebut menjadi indikator penting stabilitas keamanan wilayah.
Selain Bypass BIL 1, petugas juga memberikan perhatian khusus pada kawasan Jalur BTN Pemda. Wilayah pemukiman dan perkantoran ini kerap menjadi titik berkumpulnya pemuda di malam hari. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menekan niat para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Dengan lampu rotator yang menyala biru di sepanjang jalan, petugas menunjukkan eksistensi Polri dalam menjaga lingkungan tetap dalam keadaan terkendali.
Komitmen Menekan Angka Kriminalitas dan Aksi Balap Liar
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli malam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pelayanan prima kepolisian. Pihaknya tidak ingin kecolongan dengan adanya gangguan kamtibmas yang dapat merusak ketenangan warga Lombok Barat di waktu istirahat mereka.
“Kami terus meningkatkan intensitas patroli, khususnya di titik-titik rawan seperti Bypass BIL 1 dan Jalur BTN Pemda. Fokus utama kami adalah mencegah terjadinya aksi balap liar yang sering dikeluhkan masyarakat. Selain itu, kami juga mewaspadai potensi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), serta tindak kriminalitas lainnya yang mungkin terjadi di bawah naungan kegelapan malam,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan pada Sabtu malam (04/04).
Beliau juga menambahkan bahwa interaksi persuasif tetap di kedepankan dalam bertugas. Anggota di lapangan diminta untuk menyapa masyarakat secara humanis dan memberikan imbauan agar tetap tertib berlalu lintas, meskipun kondisi jalanan cenderung lebih sepi dibandingkan siang hari. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Kondisi Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar dan Terkendali
Hingga berakhirnya kegiatan patroli pada dini hari, situasi di sepanjang lokasi sasaran dilaporkan dalam keadaan aman dan tertib. Arus lalu lintas di Bypass BIL 1 terpantau lancar tanpa adanya kendala berarti. Kehadiran petugas di lapangan terbukti efektif membubarkan kerumunan yang berpotensi memicu aksi balap liar sebelum kegiatan tersebut sempat dimulai.
Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polres Lombok Barat untuk menjaga citra pariwisata dan kenyamanan daerah. Dengan rutinnya patroli dilakukan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ketertiban bersama. Polisi mengimbau agar para orang tua juga berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi jalanan yang merugikan, sehingga keamanan yang telah tercipta dapat terus terjaga secara berkelanjutan di masa mendatang.






