Breaking News
Polres Dompu Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Perkara ITE ke Kejaksaan Negeri Dompu Polsek Pekat Amankan Terduga Penyalahgunaan Narkotika, Sabu Bruto 0,97 Gram Diserahkan ke Satresnarkoba Dompu, NTB — Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY (35), warga Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, petugas menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,97 gram. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pencurian dua ekor sapi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Pekat melakukan penyelidikan hingga menemukan dua ekor sapi yang diduga berkaitan dengan laporan tersebut di rumah seorang pembeli sapi di wilayah Kecamatan Pekat. Selanjutnya, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, anggota Polsek Pekat melakukan penindakan terhadap terduga MY di wilayah Desa Soritatanga. Dalam rangkaian penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tiga klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, plastik klip, satu bong lengkap sebagai alat hisap, serta sebuah tas/dompet yang berisi gunting, korek api dan klip kosong bekas pakai. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, narkotika jenis sabu tersebut memiliki berat bruto 0,97 gram. Selain itu, dari rangkaian penanganan perkara awal, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan penadahan/pencurian ternak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, anggota Polsek Pekat kemudian menyerahkan terduga beserta barang bukti dugaan narkotika kepada Penyidik Satresnarkoba Polres Dompu di ruang Satresnarkoba Polres Dompu untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasatresnarkoba Polres Dompu IPTU RAHMADUN SISWADI, S.H., membenarkan adanya penyerahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima terduga dan barang bukti dari Polsek Pekat, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum. “Setelah menerima penyerahan dari Polsek Pekat, Satresnarkoba Polres Dompu melakukan pemeriksaan awal terhadap terduga dan barang bukti yang diserahkan. Selanjutnya kami akan mendalami asal-usul narkotika, keterlibatan pihak lain serta melakukan serangkaian tindakan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar IPTU Rahmadun. Menurutnya, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menginterogasi terduga, melakukan penyelidikan terhadap sumber narkotika, serta melaksanakan gelar perkara sebagai bagian dari proses penentuan langkah hukum selanjutnya. “Penyidik akan bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh. Setiap perkembangan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan saksi, penyusunan laporan polisi, pemberkasan dan koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. Terhadap terduga, penyidik mendalami dugaan tindak pidana memiliki, menguasai atau menyimpan narkotika, dengan penerapan pasal yang akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh. Sementara itu, Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat anggota Polsek Pekat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga menemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika. “Polres Dompu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dompu. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan apabila ditemukan adanya tindak pidana, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, Polsek jajaran dan Satresnarkoba sangat penting dalam mengungkap peredaran narkotika. “Polres Dompu mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Identitas pelapor akan ditangani sesuai ketentuan dan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional,” pungkasnya. Saat ini, Satresnarkoba Polres Dompu masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber narkotika serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Seluruh rangkaian kegiatan penangkapan, penggeledahan hingga penyerahan terduga dan barang bukti berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu Tingkatkan Kedisiplinan Intern, Wakapolres Sumbawa Barat Pimpin Pemeriksaan Sikap Tampang Personel Polsek Pekat Serahkan Tersangka Perkara Penganiayaan ke Kejaksaan Negeri Dompu Bhabinkamtibmas Desa Rababaka Sambangi Petani Bawang, Ingatkan Pentingnya Perawatan Tanaman untuk Cegah Gagal Panen

Polri Dampingi Petani Kuranji Dalang Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Polri Dampingi Petani Kuranji Dalang Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Polri Dampingi Petani Kuranji Dalang Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya nyata mendukung stabilitas ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan nasional, jajaran Polsek Labuapi melalui Bhabinkamtibmas Desa Kuranji Dalang melakukan aksi jemput bola dengan menyambangi para petani di wilayah binaannya guna memperkuat ketahanan pangan desa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) ini bertujuan untuk memotivasi serta mendampingi warga dalam memaksimalkan potensi lahan pertanian dan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.

Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat guna memastikan setiap jengkal tanah di pedesaan memberikan nilai ekonomi dan manfaat konsumsi bagi warga. Kehadiran personel kepolisian di tengah sawah bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk mengawal program swasembada pangan dari level akar rumput.

Transformasi Lahan Tidur Menjadi Sumber Ekonomi Desa

Personel Bhabinkamtibmas Desa Kuranji Dalang terlihat aktif berinteraksi dengan para petani yang sedang menggarap lahan mereka. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya diversifikasi tanaman dan pemanfaatan lahan secara optimal untuk mendukung pilar ketahanan pangan desa. Tidak hanya terpaku pada tanaman padi, petugas mendorong warga untuk mulai melirik tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi dan masa panen yang relatif singkat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini mencakup pendampingan sektor-sektor strategis yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, stabilitas pangan adalah fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus hadir di tengah masyarakat petani. Tujuannya adalah memberikan motivasi agar warga tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Dengan memanfaatkan lahan persawahan maupun pekarangan rumah secara produktif, kita sedang membangun benteng ketahanan pangan desa yang kuat,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Pendampingan Teknis di Lapangan dan Tinjauan Tanaman Jagung

Dalam pemantauan di lapangan, petugas tidak segan-segan turun langsung ke area persawahan untuk meninjau perkembangan tanaman jagung milik warga yang kini telah memasuki fase pembuahan. Jagung dinilai sebagai salah satu komoditas strategis yang mampu menopang kebutuhan pangan selain beras. Petugas memberikan apresiasi kepada petani yang konsisten merawat tanamannya hingga tumbuh subur, sekaligus memberikan dukungan moril agar semangat bertani tetap terjaga di tengah tantangan cuaca.

Aksi nyata ditunjukkan oleh petugas Bhabinkamtibmas saat terlibat langsung dalam proses pemupukan. Menggunakan wadah pupuk, petugas membantu warga melakukan pemupukan di bedengan-bedengan sawah serta mengecek kondisi bibit sayuran. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa teknik pemeliharaan yang dilakukan petani sudah tepat sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal dalam menjaga keberlangsungan ketahanan pangan desa.

Mendorong Kemandirian Pangan Melalui Pekarangan Rumah

Selain sektor persawahan yang luas, Polri juga menitikberatkan pada pemanfaatan pekarangan rumah kosong. Warga diedukasi untuk menanam berbagai jenis sayuran, cabai, singkong, hingga buah-bahan seperti pepaya. Konsep “Apotek Hidup” dan “Warung Hidup” di halaman rumah diharapkan mampu menjamin ketersediaan gizi keluarga secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.

“Kemandirian pangan nasional dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga di tingkat desa. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi sayur atau buah sendiri, maka stabilitas ekonomi warga akan lebih terjaga dari fluktuasi harga pasar,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa mengenai visi ketahanan pangan desa.

Upaya yang dilakukan di Desa Kuranji Dalang ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Kepolisian berkomitmen untuk melakukan pengawalan berkala terhadap perkembangan pertanian warga. Dengan adanya sinergi yang harmonis antara aparat keamanan dan petani, cita-cita swasembada pangan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang sedang dibangun demi kesejahteraan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *