Aparat Kepolisian dari Polsek Woja bersama Polres Dompu bergerak cepat menangani dugaan tindak pidana penganiayaan yang berujung keributan antar pemuda di wilayah Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Sabtu malam (4/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA di Cabang Cakre, Kelurahan Kandai Dua. Dugaan penganiayaan pertama dilakukan oleh terduga pelaku B (22), pemuda Dusun Ratobaka, terhadap korban M.Fargan (18), warga Dusun Ntori, Desa Wawonduru. Saat itu, korban melintas menggunakan sepeda motor bersama saksi Kaharudin alias Jubair, sebelum tiba-tiba diberhentikan dan dipukul oleh pelaku.
Insiden kemudian berlanjut sekitar pukul 23.30 WITA, ketika korban lain, Muhammad Tajul, yang melintas bersama saksi Ansori, diberhentikan oleh sekelompok pemuda di sekitar kandang sapi Dusun Ratobaka. Korban diduga ditebas menggunakan senjata tajam oleh M(22), warga Dusun Ratobaka, hingga mengalami luka di bagian pelipis kiri. Saat melarikan diri, korban juga terkena panah di paha kiri oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Akibat kejadian tersebut, situasi memanas dan memicu aksi saling serang antara pemuda Dusun Ntori, Dusun Teta, dan Dusun Maria dengan pemuda Dusun Ratobaka menggunakan batu dan panah. Dalam bentrokan tersebut, satu korban lain yakni Muhammad Abdul Nas (22), warga Dusun Ratobaka, mengalami luka panah di lengan kanan.
Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Woja IPTU Muh Norkurniawan, S.H., bersama anggota segera turun ke lokasi sekitar pukul 23.45 WITA untuk melerai dan memberikan imbauan kepada kedua belah pihak agar menahan diri. Tak lama kemudian, Kabag Ops Polres Dompu AKP Sudirman, S.H., M.M., bersama personel Polres Dompu turut tiba di lokasi guna memperkuat pengamanan.
Para korban langsung mendapatkan penanganan medis, di mana Muhammad Tajul dirujuk ke RSUD Dompu oleh pihak keluarga, sementara Muhammad Abdul Nas dibawa ke Puskesmas Dompu Barat menggunakan mobil patroli Polsek Woja.
Kapolsek Woja IPTU Muh Norkurniawan, S.H., mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak Kepolisian.
“Kami meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis. Percayakan penanganan permasalahan ini kepada Kepolisian agar dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Dompu AKP Sudirman, S.H., M.M., juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah serta mengedepankan penyelesaian secara damai.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing emosi. Mari bersama menjaga keamanan lingkungan dan mendukung langkah Kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.
Pada pukul 01.15 WITA, pihak keluarga korban Muhammad Abdul Nas secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dompu guna proses hukum lebih lanjut. Sekitar pukul 01.30 WITA, massa dari kedua belah pihak berangsur membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa situasi pasca kejadian saat ini dalam keadaan aman dan terkendali, namun tetap dilakukan pengamanan dan monitoring secara intensif.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak mudah terprovokasi. Polres Dompu akan menangani kasus ini secara profesional dan tuntas. Selain itu, langkah mediasi juga akan dilakukan guna mencegah terjadinya konflik susulan,” ungkap IPTU Nyoman.
Saat ini, pihak Kepolisian terus melakukan penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta upaya mediasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Woja.






