Lombok Barat, NTB – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal keamanan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Lombok Barat pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 16.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si. Apel tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana (sarpras) guna memastikan seluruh rangkaian pengamanan mudik dan perayaan lebaran berjalan tanpa hambatan berarti.
Sinergisitas Lintas Sektoral demi Kelancaran Mudik
Hadir dalam kegiatan strategis ini sejumlah pejabat penting di lingkup Kabupaten Lombok Barat, di antaranya Wakapolres Lombok Barat KOMPOL Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H., serta perwakilan dari Kodim 1606/Mataram yang dihadiri Pasi Intel Kapten Arh L. Deddy Junaidy. Dukungan pemerintah daerah juga terlihat dengan kehadiran Asisten 3 Lombok Barat Faozan Usniadi, Kasat Pol PP I Ketut Rauh, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Hendrayadi, hingga Kalaksa BPBD Haji Sabidin.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, menekankan bahwa kunci keberhasilan pengamanan tahun ini terletak pada kolaborasi. Menurutnya, tantangan mudik tahun 2026 diprediksi akan lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Hari ini jajaran Kepolisian melaksanakan apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 secara serentak. Ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel dan sarpras, serta memperkuat sinergisitas dengan stakeholder terkait sehingga Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan hari raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Yasmara saat membacakan amanat Kapolri.
Tantangan Lonjakan Pemudik dan Tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”
Berdasarkan data survei dari Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur lebaran 2026 diperkirakan mencapai 62% dari total jumlah penduduk Indonesia, atau setara dengan 146,48 juta orang. Angka ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena realisasi di lapangan seringkali melebihi proyeksi survei.
Berbagai stimulus kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif tol, kebijakan work from anywhere, hingga perpanjangan libur sekolah, diprediksi akan memicu lonjakan arus kendaraan. Menanggapi hal tersebut, Polri mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”.
“Pemerintah memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 15 hingga 19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 25 sampai 28 Maret 2026,” lanjut AKBP Yasmara menjelaskan linimasa krusial operasi tersebut.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan 164.298 personel gabungan yang akan tersebar di 2.835 pos. Pos-pos tersebut mencakup pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi para pelaku perjalanan. Di wilayah Lombok Barat sendiri, pengamanan akan difokuskan pada titik-titik vital seperti pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan lokasi wisata yang biasanya dipadati pengunjung saat libur lebaran.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas dan Stabilitas Pangan
Dalam amanat yang disampaikan, Kapolres juga menggarisbawahi pentingnya penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan angkutan barang dan rekayasa lalu lintas. Pola delaying system dan screening tiket di jalur penyeberangan laut, termasuk Pelabuhan Lembar, akan diterapkan guna mencegah antrean panjang.
“Untuk mengurai kepadatan, telah disiapkan rekayasa lalu lintas berupa ganjil-genap, contra flow, hingga one way system yang dipantau melalui CCTV dan laporan petugas secara real time,” paparnya.
Selain fokus pada jalan raya, Polres Lombok Barat juga akan mengawasi stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) serta BBM. AKBP Yasmara menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas pelaku penimbunan yang mencoba mengambil keuntungan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pelayanan Humanis sebagai Prioritas
Menutup arahannya, AKBP Yasmara berpesan kepada seluruh personel agar tetap mengedepankan sikap humanis. Petugas di lapangan diminta aktif mengedukasi pengemudi mengenai bahaya microsleep dan memastikan kondisi kendaraan laik jalan.
“Di saat masyarakat berlibur untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, rekan-rekan tetap berdiri tegak memberikan pengamanan dan pelayanan. Selamat bertugas dan tetap semangat. Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah,” pungkasnya sebelum mengakhiri apel dengan sesi foto bersama dan doa bersama.
Upacara yang selesai pada pukul 16.30 WITA ini berlangsung kondusif, menandakan kesiapan penuh aparat keamanan di wilayah Lombok Barat dalam menyambut Idul Fitri 1447 H.






